Rabu, 28 November 2012
Penjara Adalah Saksi Kekecewaanku (kisah Nyata)
Kisah nyata dari seorang sahabat saya yang separuh hidupnya dijeruji besih (Petrick Rojack)
Terlihat tembok yang kotor, ruang yang sempit dan berpintukan besi,
Disanalah tempat aku duduk dan merenung setiap hari
merenungkan mereka yang mungkin telah menganggapku tiada
kekecewaanku dengan mereka
membuat saya merasa dunia tak ingin bersamaku lagi,
teman, sahabat, dan bahkan orang yang sudah menganggapku sebagai saudara
tak satupun dari mereka yang datang membesuk
bagaikan anak yatim piatu yang tak bersalah
tak seorangpun dari mereka yang rela datang demi diriku
tapi aku masih bisa mensyukuri nikmat Allah
yang mendatangkan orang tuaku
yang selalu datang memeberiku semangat hidup
untuk bisa bertahan menjalani hari- hari di ruangan ini
tak ada kata lain untuk Allah dan ibuku,
yaitu terimah kasih.
semakin lama merenungi hidup ini semakin kuat pula perih dan rasa sakit hati ini
kalian yang bahagia di luar sana tak sedikit pun memikirkan orang yang sudah kalian anggap sebagai saudara
bagaimanakah kehidupan dan keadaanku di dalam sini
penyesalanku bersama kalian membuat mata ini tak kuat menahan tetesan air mata,
air mata yang kalian telah campakkan,
namun tak ada daya manusia sepertiku tuk membalas kalian,
karena kalian adalah bagian dari hari -hariku nanti
dan kini kusadari tentang kesetianaan seorang kekasih
kekasih yang tak pernah sekalipun datang menjenguk
kekasih yang pernah memberi harapan akan selalu setia bersamaku
berjanji hingga dia mati, tapi sekarang kusadar akan kebohang seorang wanita
kemunafikan dari seorang sosok wanita
Sekarang aku hanya bersama tembok kotor, ruangan amis dan pagar besi yang karatan ini tau
akan semua beban dan deritaku juga kekecewaan dengan kalian
jika nanti kubebas
itu karna aku
bukan karna kalian
juga bukan karena mereka yang telah menganggapku sebagai saudara
tak usah kalian menungguku,
menjemputku
atau menyambut orang yang pernah kalian lupakan
yang pernah kalian campakan di jeruji besih selama ini
Sunggumina, 28/11/2012
Muh.Aswar Feat Petrick Rojack
Kelak Kau Kan Berubah
Entah apa lagi yang ingin kutuliskan
tak ada lagi celoteh burung yang bisa aku Kutipkan
tak ada lagi harum bunga yang bisa ku ungkapkan
semua telah jadi bingkisan masa lalu
kata demi kata telah terucap
kalimat demi
kalimat telah tersampaikan
apa lagi yang ingin aku berikan
saat ini
semua telah habis kutuangkan untukmu
kelak kau kan meminta kata khiasan berikutnya
kemudian tak ada yang bisa kuberikan lagi untukmu
mungkinkah seekor burung masih tetap pada sarangnya
tidak ! , dia kan mencari dan membuat sarang berikut
dan kelak akankah kau kan seperti seekor burung cantik itu
yang mencari dan membuat sarang baru
Hanya satu kalimat untuk seekor burung cantik itu
Semoga Anda Bahagia di sarang-sarang berikutnya...!!
Sungguminasa, 28/11/2012
Muh.Aswar
Langganan:
Postingan (Atom)